“Sang Pemusar Gelombang” dan Kebangkitan Kembali Semangat Al-Banna

M. Irfan Hidayatullah seorang Dosen sastra Universitas Padjajaran yang juga personil grup nasyid Mupla dan mantan Ketua Umum Forum Lingkar Pena ini telah menerbitkan novel terbarunya. Judulnya Sang Pemusar Gelombang. Ceritanya berpusar pada kehidupan seorang ulama dakwah yang telah lama menginspirasi duni, Syaikh Hasan Al-Banna. Berikut sinopsis dan endorsement untuk novel beliau:

“Di tengah dunia yang serba bingung, saya belajar dari Imam Syahid Hasan Al Banna untuk tidak jadi pembingung. Sesungguhnya, dunia ini tidak memerlukan orang-orang bingung. Dunia ini hanya memerlukan orang-orang yang bergerak dan bekerja. Allahu Akbar!”

Kepribadiannya memukau. Sosoknya masih dijadikan teladan hingga saat ini karena perubahan-perubahan besar yang telah dilakukannya demi kemaslahatan umat. Ia telah menciptakan sebuah pusaran gelombang pemikiran dan perubahan yang berhasil menginspirasi banyak orang hingga ke beberapa generasi. Pusaran gelombang itu jugalah yang memengaruhi Hasan, Jamil, Randy, dan Cikal.

Melalui kisah mereka, kita mengikuti keteladanan syaikh Hasan Al-Banna. Bersiaplah terbawa oleh gelombang perubahan bersama novel ini.

Berikut komentar beberapa tokoh :

Hasan Al-Banna adalah rajulun qur’any atau manusia Qur’an, karena seluruh pemikiran revolusionernya datang dari al-Qur’an yang dipelajari dan diyakininya. Umat Islam Dunia berutang budi pada berbagai terobosan Al-Banna yang mengejawantah dalam al-Ikhwan al-Muslimin. Sampai sekarang. -M. Amien Rais, Mantan Ketua MPR-

Sastra pemikiran dakwah perlu diapresiasi, di tengah manusia negeri ini yang sedang galau. Lewat novel ini, Irfan, mengajak kita untuk bekerja menghadapai realitas bukan mengeluh dan melarikan diri darinya. -H. M. Anis Matta Lc., Sekjen PKS & Wakil Ketua DPR-RI-

Dalam kehidupan sehari-hari di mana realitas yang kita hadapi sering lebih aneh dari realitas dalam fiksi (stranger than fiction), Irfan mengajak pembaca ke wilayah di mana realitas sehari-hari bertemu dengan realitas fiksi yang dikisahkannya. Sebagian pembaca akan mengalami deja vu dengan apa yang pernah mereka alami dalam perjalanan hidup mereka sendiri, sementara bagi sebagian lain akan mendapatkan pemahaman baru tentang mengapa dunia para aktivis dakwah tak pernah kering sebagai inspirasi yang menyegarkan di tengah carut-marut problem dunia yang semakin melelahkan.
-Akmal Nasery Basral, novelis.

“Dalam Islam, seni tidak boleh berkembang sekadar sebagai sebuah seni, tapi mestinya menjadi medium untuk menyampaikan pesan yang menggugah, yang bisa membawa pembaca kepada arah yang lebih baik, lebih dekat kepada Sang Pencipta dan lebih taat pada Nya. Itulah yang bisa didapatkan dalam novel Al Banna Sang Pemusar Gelombang ini. Sebuah novel yang bertutur tentang perjalanan kontemplatif seorang manusia menuju Rabbnya.” Ismail Yusanto, Jubir HTI

Membaca karya-karya Kang Irfan, siapa saja tidak hanya dibawa untuk menikmati keindahan jalinan kisah dan berpikir tentang apa di sebaliknya, tetapi juga diajak untuk merenung tentang keberadaan kita sebagai Muslim beserta kewajibannya. Novel ini semakin memperlihatkan kematangannya, bukan hanya dalam mengolah kata, tapi juga usahanya membuktikan bahwa “sastra-dakwah” bisa menjadi karya sastra berkelas. Selamat buat Kang Irfan. Tiar Anwar Bachtiar Ketua Umum PP Pemuda Persis

Sang Pemusar Gelombang menghadirkan sebuah pusaran refleksi baru untuk kehidupan yang kita jalani. Membuat kita belajar untuk lebih bijak melakukan sesuatu setiap harinya.”
Oki Setiana Dewi, aktris muslimah & penulis [kompasiana]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes