Inilah Adegan Film “Santri Homoseks” Buatan Hanung Bramantyo


Film dengan judul Cinta Terlarang Batman dan Robin ini menceritakan percintaan sejenis (homoseks) dua orang santri bernama Amir dan Bambang. Di pesantren, Amir dan Bambang selalu bersama hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta.
Rencananya film ini secara luas akan diputar pada bulan Oktober 2012 untuk menyambut Hari Anti Diskriminasi Nasional.
Sebuah organisasi yang memayungi Lesbian, Gay, Biseks dan Transeksual/Transjender (LGBT) yang bergerak di bidang media, telah memutar film ini dalam komunitas LGBT. Ironisnya pemutaran film tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2012 jelang 10 hari terkhir di bulan Ramadhan.
Dalam salah satu adegannya, dua orang lelaki yang mengenakan pakaian berciri Muslim duduk bersandingan, sedangkan di sebelah mereka seorang perempuan berjilbab juga duduk. Sementara itu, kedua lelaki yang merupakan santri tersebut saling berpegangan tangan. Sedangkan si perempuan juga memegang tangan si lelaki yang di tengah.
Film ini adalah film kedua buatan hanung Bramantyo yang dianggap mendiskreditkan Islam.
Denny JA, Sang Penulis Cerita
Film berjudul Cinta terlarang Batman dan Robin ini merupakan adaptasi dari sebuah buku esai puisi karangan Denny Januar Ali yang populer dengan nama Denny JA. Buku yang berjudul Atas Nama Cinta ini diterbitkan oleh Rene Book pada bulan April 2012 .Ia adalah Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Selain sebagai kolumnis di sembilan surat kabar nasional (1986-2005), Denny JA mulai mengawali karier sebagai Direktur Eksekutif Universitas Jayabaya Jakarta pada tahun (2000-2003). Ia juga dipercaya menjadi host untuk program politik di Metro TV dan Radio Delta FM pada tahun (2002-2004).
Kariernya kemudian mulai merambah dunia survei dan konsultansi politik. Pada tahun 2005 sampai sekarang Denny JA menjadi Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), sebuah lembaga penelitian dan konsultan politik pertama berskala nasional yang berada di Indonesia. Saat ini Denny JA juga tercatat sebagai anggota WAPOR (World Association for Public Opinion Research) untuk periode 2007 sampai sekarang dan Ketua Umum AROPI (Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia) untuk periode 2007 – 2010, dan 2010- 2013. Di tahun 2012, Denny JA berkecimpung dalam dunia yang luas: akademik, politik, dunia usaha, sasta-budaya, media sosial, dan charity.
Protes
Menyikapi film homo karya Hanung Bramantyo itu Sekjen FPI, KH. Ahmad Shabri Lubis menyerukan kepada seluruh kalangan pondok pesantren untuk protes terhadap pemutaran film tersebut.
“Kalangan pondok pesantren sudah mesti melakukan protes dan juga menuntut supaya film ini dibatalkan.”

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes