Berikan Sentuhan Lembut untuk Menyatakan Cinta

Di antara permasalahan yang sering dijumpai dalam kehidupan rumah tangga adalah bagaimana suami dan isteri mengungkapkan perasaan cinta mereka kepada pasangan. Awal kehidupan rumah tangga demikian hangat dan kuat perasaan cinta, begitu banyak aktivitas bersama yang sangat mereka nikmati dalam melewati hari-hari. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan suami dan isteri bisa mengalami kehambaran karena tidak pandai menjaga dan merawat kasih sayang di antara mereka.
Sebagian orang beranggapan bahwa semakin tua usia pernikahan, aktivitas fisik tidak lagi bermakna. Mereka beranggapan bahwa sentuhan fisik hanyalah aktivitas anak-anak muda atau pengantin baru yang tengah dimabuk asmara. Hal ini bisa dilihat dari
hasil sebuah riset yang dilakukan terhadap 2.000 pasangan, yang menunjukkan bahwa posisi tidur suami istri cenderung tidak saling berhadapan.
“Keadaan psikologis seseorang turut mempengaruhi bagaimana seseorang tidur dan posisi tidurnya. Jika sedang stres, kemungkinan banyak diantara kita yang tak mau dipeluk dan disentuh pasangan saat di atas ranjang,” ungkap relathionship psychologist Corrine Sweet.
Sebagaimana dilansir melalui Thetelegraph (16/10), sekitar 90 persen pasangan mengaku tidak pernah lagi saling mengatakan ‘I love you’ sebelum tidur dan 80 persen lainnya mengaku tak lagi menciumi pasangan sebelum tidur. Riset ini juga menunjukkan periode menstruasi wanita turut andil menurunkan intensitas aktivitas romantis ini. Sekitar 25 persen responden mengaku tidak suka badannya tersentuh oleh pasangannya saat tidur.
Sweet menambahkan sekitar 10 persen pasangan mengaku memilih tidur pisah ranjang demi mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.
Keintiman Suami Isteri
Ada banyak hal yang harus selalu dijaga oleh suami dan isteri dalam mengarungi perjalanan rumah tangga, agar tercipta kehidupan yang harmonis. Suami dan isteri harus memiliki tingkat keintiman yang memadai untuk selalu menjaga dan bahkan meningkatkan cinta serta kasih sayang di antara mereka.
Pertama adalah keintiman spiritual. Suami dan isteri harus selalu mengasah keintiman spiritual mereka dengan banyak melakukan ibadah bersama. Membaca Al Qur’an bersama, berdoa bersama, shalat tahajud bersama, naik haji bersama, umrah bersama, melaksanakan shalat berjamaah adalah contoh aktivitas yang akan menguatkan keintiman spiritual. Suami dan isteri menikmati kehidupan spiritual secara bersama-sama, sehingga akan memberikan penjagaan moral yang kokoh dalam rumah tangga.
Kedua adalah keintiman emosional. Suami dan isteri harus selalu berusaha untuk mendekatkan diri secara emosi, agar tidak terbentuk jarak psikologis yang memisahkan mereka. Obrolan ringan, sarapan pagi dan makan malam bersama, bepergian berdua, adalah contoh aktivitas sederhana yang bisa menguatkan keintiman emosional. Suami dan isteri tidak boleh berada dalam suasana ketegangan emosional yang membuat mereka tidak nyaman dalam berinteraksi.
Ketiga adalah keintiman intelektual. Suami dan isteri tidak boleh berhenti menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan. Dalam dunia yang global, banyak hal perlu kita ketahui. Membaca buku, mengakses informasi lewat internet, berdiskusi tentang suatu fenomena atau kejadian, akan memberikan banyak cakrawala pengetahuan. Suami dan isteri harus selalu berusaha untuk menjaga keintiman intelektual agar tidak tercipta kesenjangan intelektual yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga.
Keempat adalah keintiman fisik. Suami dan isteri harus menjaga hubungan yang mesra, melalui sentuhan fisik kepada pasangan. Bukan sekedar hubungan seks, namun pelukan, belaian, elusan, gandengan tangan, ciuman adalah contoh aktivitas yang menguatkan keintiman fisik mereka. Usia tua bukan alasan untuk meninggalkan sentuhan fisik yang penuh kelembutan. Sentuhan fisik adalah salah satu bahasa cinta yang sangat mudah mengena dan dirasakan kedalaman maknanya. Tanpa harus banyak berkata-kata.
Kelima adalah keintiman sosial. Suami dan isteri harus mampu bersama-sama menjaga keharmonisan sosial, baik di dalam keluarga besar, di masyarakat sekitar, maupun di dalam lingkungan kerja. Hendaknya suami dan isteri mengenali dan berinteraksi secara positif dengan teman, kerabat dan orang-orang penting bagi pasangannya. Isteri akan bahagia jika sahabat-sahabat dekatnya menjadi sahabat bagi suami, demikian pula sebaliknya, dalam pengertian yang positif.
Nyatakan Cinta dengan Berbagai Cara
Suami dan isteri hendaknya pandai menyatakan cinta. Tidak mesti lewat kata-kata, tidak harus pandai membuat puisi dan prosa, namun aktivitas sehari-hari bisa menjadi sarana ungkapan cinta. Untuk kalangan berada, mereka terbiasa dengan hadiah bunga atau hadiah lainnya. Namun pada masyarakat pada umumnya, kendati tidak memiliki hadiah istimewa, perbuatan istimewa sudah cukup untuk menjaga dan merawat cinta.
Jangan enggan memberikan pujian, jangan pelit memberikan sentuhan fisik. Sekadar memeluk lembut, membelai rambut, menggandeng tangan, mencium pipi, dan lain sebagainya, adalah sentuhan lembut yang telah mampu mengabarkan kedalaman cinta anda. Memang pada usia pernikahan yang semakin tua, intensitas aktivitas fisik tidak bisa disamakan dengan pada pasangan muda. Namun bukan berarti mereka tidak memerlukan layanan fisik.
Bagi pasangan tua, tidak harus selalu berhadapan dan berpelukan saat tidur, namun memberikan pelukan dan ciuman menjelang tidur sudah cukup menyatakan rasa cinta. Ini merupakan tingkat kedalaman keintiman yang luar biasa. Sentuhan lembut kepada pasangan telah membuktikan adanya keintiman spiritual, emosional, dan fisik di antara mereka.
Mari kita jaga keharmonisan keluarga dengan hal-hal sederhana yang sangat mudah kita lakukan untuk pasangan tercinta. Semoga hari kita menyenangkan bersama pasangan setia.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes