Catatan Kecil Untuk Mamah dan Papah

Hari ini ku tulis rasa cintaku yang begitu dalam di sini, cinta yang tak berujung dalam pencapaian, cinta yang memupuk kerinduan dalam keterpakuan. Tak bisa ku luapkan dalam dekapan, hanya tetesan airmata yang selalu setia menemani hari-hari cintaku bersama kehampaan…

Mamah, Papah cintaku melebihi apapun namun tak bisa melebihi cinta kalian seperti yang selama ini aku rasakan.

Aku hanya bisa menangis dalam keheningan yang tak berujung ini, ujung yang selalu aku cari dalam setiap sudut cahaya. Dan ku harap akan aku temukan sepercik cahaya itu untuk menemani pijakan langkahku yang kian merapuh tanpa penopang yang siap merangkul saat jatuh.

Mah, Pah. Tahukah kalian akan jeritan hati yang telah bosan menumpukkan cinta dan rindu ini??? Tak sanggup lagi kubekukan semua ini, karena jiwa yang memiliki hati. Aku tahu semua ini tak bisa sepenuhnya akan kurasakan karena separuh cintaku telah kembali kepada pemilik hati yang sesungguhnya, dan sekarang yang aku punya hanya sisa separuh hati itu.

Aku harus menerima itu dan aku pun telah menerimanya. Hingga separuh hati itu telah menemukan separuh hati yang lain, yang memang tak bisa aku hindari.

Waktu pun tak pernah kembali, kini cinta dan rinduku semakin tak terarahkan lagi setelah semua itu terjadi. Cinta dan rindu ini semakin membuatku sakit, jiwa ini telah begitu sakit dengan keadaan yang kian menyempitkan suara.

Tak tahu lagi cara menujukan panah suara untuk mengantarkan rasa yang membeku di jiwa. Kupasrahkan dan ku titipkan rasaku kepada pemilik cinta.

Oleh: Dheris GhiaMahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kadept Kajian dan Strategis KAMMI Komisariat Ahmad Dahlan Purwokerto.

http://www.dakwatuna.com/2012/10/23439/catatan-kecil-untuk-mamah-dan-papah/#ixzz28xFbyMth

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes