AS Ancam Hentikan Bantuan Ekonomi ke Palestina


Amerika Serikat (AS) mengancam akan menghentikan bantuan ekonominya apabila Palestina terus mengejar status keanggotaan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pada Kamis 29 November nanti, Palestina akan mengajukan draf resolusi yang akan memberikan mereka status anggota pengamat di PBB.
“Tindakan Palestina tersebut tentunya akan menimbulkan reaksi dari teman-teman kami di Kongres,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar negeri AS, Victoria Nuland, seperti dikutip AFP, Selasa (27/11/2012).
“Kami tidak ingin mencabut bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina. Namun bila Palestina terus memaksakan kehendaknya respon balasan dari Kongres akan tidak baik,” tambah Nuland.
Pemerintah AS menyatakan, mereka telah memberikan bantuan ekonomi senilai USD3,5 miliar atau sekira Rp33,7 triliun (Rp9.640 per USD) kepada Palestina sejak 1994. Saat ini Kongres AS masih menahan bantuan sebesar USD200 juta atau sekira Rp1,9 triliun yang seharusnya disalurkan ke Palestina tahun ini.
Bila Palestina diterima sebagai anggota pemantau, maka hal ini bisa mengancam dana bantuan yang diberikan AS terhadap PBB. Ini dikarenakan AS memiliki kebijakan untuk tidak memberikan dana bantuan kepada organisasi internasional tersebut, bila memang menjadikan Palestina sebagai anggotanya.
Palestina diperkirakan akan dapat meraih suara mayoritas di Sidang Majelis Umum PBB yang dibutuhkan untuk meloloskan draf resolusi yang diajukannya. Walaupun begitu, keinginan Palestina untuk mendapat status anggota pengamat tersebut dikritik oleh AS dan Israel serta disambut dingin oleh negara-negara di Eropa.
AS dan Israel takut Palestina akan membawa masalahnya dengan Israel ke forum internasional di PBB. AS dan Israel menyatakan, kesepakatan hanya dapat dicapai dalam perundingan bilateral antara kedua negara dan bukannya melalui sebuah forum internasional.
Dalam draf resolusi tersebut Pemerintah Palestina juga meminta PBB untuk mempertimbangkan kembali kemungkinan Palestina menjadi anggota penuh di PBB. Palestina mengajukan diri untuk menjadi anggota penuh di PBB tahun lalu. Keinginan tersebut gagal setelah AS mengancam akan memveto resolusi yang menerima negara Arab tersebut menjadi anggota penuh di PBB. (faj/okezone)

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes