Susu Unta Penangkal Diabetes dan Serangan Jantung

Masyarakat Arab Saudi umumnya percaya susu unta mujarab untuk  mencegah dan mengurangi penyakit diabetes dan serangan jantung. 

"Orang Badui mampu bertahan hidup 1-2 bulan di padang pasir hanya dengan meminum susu unta," kata Ali Mazroi, pengusaha cargo dan pengelola sejumlah hotel, yang rutin minum susu unta. Khasiat lain dari susu unta menjaga kebugaran tubuh.

Ali Mazroi, keturunan Arab Badui, di Jeddah, Sabtu (24/11/2012), mengatakan, saat ini meminum susu unta segar di pinggir jalan semakin populer.

Saking populernya susu unta, produk itu juga sudah dibuat dalam bubuk kemasan dan banyak dijual di pasar swalayan.

Di Jeddah terdapat sejumlah penjual susu unta segar, seperti di daerah Aburak Raghamah dan jalan menuju Usfan dengan memajang unta yang siap diperah susunya di pinggir jalan.

Di Aburak Raghamah terdapat sekitar 10 penjual susu unta segar dengan memajang hewan berpunuk tunggal itu sebanyak 8-20 ekor. 

Peternaknya, sebagian besar orang Sudan, menjual semangkuk kecil susu unta seharga 10 riyal dan 25 riyal untuk mangkuk besar. Susu diperah langsung dari unta yang dipajang. Warna susu putih, berbuih, dan encer.

Susu unta, seperti susu kambing, bisa langsung diminum setelah buih disaring satu kali untuk menyisihkan buih. Rasa susu agak asin tetapi tidak membuat "eneg",  seperti umum dirasa pada susu sapi. 

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam salah satu artikelnya menyebutkan, susu unta adalah nektar murni, lebih asin dibandingkan susu sapi dan bagus untuk tubuh manusia, serta mengandung vitamin C tiga kali lebih kaya dibandingkan susu sapi. Susu unta juga kaya zat besi, lemak tak jemu dan Vitamin B

Camel Dairy Milk Ltd di Nanyuki, Kenya, dalam kerja sama penelitian dengan Kenya Medical Research Institute (KEMRI) mengungkapkan bahwa susu unta mengurangi penyakit diabetes karena kaya insulin dan mencegah serangan jantung.

Di banyak negara, susu unta dijadikan solusi untuk mengatasi bayi kekurangan gizi.

Selain di kawasan Timur Tengah, unta Arab (dromedaris) hidup di kawasan Afrika utara dan anak benua India. Jumlahnya sekitar 14 juta ekor. 

Di Afrika utara, seperti dilansir Antara, unta Arab sangat berperan bagi sebagian negara, seperti Somalia dan Ethiopia sebagai hewan tunggangan dan dimanfaatkan susunya.

FAO menyatakan, susu unta memiliki potensi ekonomi yang besar karena kebutuhan susunya tidak hanya bagi anakan unta dan suku nomaden, tetapi juga punya potensi pasar sekitar 200 juta konsumen di kawasan Arab dan jutaan lainnya di Afrika, Eropa, dan Amerika.*


Sumber: Hidayatullah.com
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes