Tetap Bisa Bekerja Meski Berjilbab

Muslimah Berjilbab, Sumber gambar: republika.co.id/
Jilbab, memang sering dilempari berbagai tuduhan yang menyakitkan dan tak berdasar yang membuat wanita Muslim banyak yang “takut” memakai jilbab. Salah satunya adalah masalah pekerjaan.
Ya, sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan dalih “karena berjilbab” sudah sering kita dengar. Rasanya tak sedikit perusahaan yang mensyaratkan pegawai wanitanya harus berpakaian “begini” dan “begitu”.
“Ribet kalau pake jilbab” katanya begitu. 
Padahal, yang paling utama dibutuhkan dalam suatu pekerjaan adalah skill (kemampuan), kejujuran, ulet atau yang lebih dikenal dengan profesionalitas.
Jadi, alasan tidak bisa mendapatkan pekerjaan “karena berjilbab” rasanya terlalu berlebihan. Demikian juga dengan perusahaan yang menolak wanita bekerja dengan alasan demikian.
Banyak contoh Muslimah yang tetap berjilbab namun tetap sukses berkarir. Baik bekerja sendiri (wirausaha/berbisnis) atau menjadi seorang profesional di suatu perusahaan.
Tetapi memang, seorang Muslimah harus pandai-pandai mencari peluang. Tetap melihat sisi baik dan buruknya bagi agamanya. Pandangan agama harus tetap diperhatikan sebisa mungkin. Sebab, sebagai seorang Muslim segala sesuatu memang harus dikaitkan dengan aturan Islam.
Seorang Muslim yang profesional tetapi ia keluar dari batas-batas agama, maka dalam kacamata Islam ia tidak bisa dianggap profesional.
“berpakaianlah untuk pekerjaan yang anda inginkan, bukan untuk pekerjaan yang anda dapati.”
Maksudnya, seharusnya seorang Muslimah berprinsip bahwa kewajiban memakai jilbab tidak akan ia korbankan demi pekerjaan yang ia dapati. Tetapi ia justru mencari pekerjaan yang bisa menerimanya dengan berjilbab.
Selalu ada jalan dari Allah
Keadaan saat ini memang memaksa banyak wanita Muslim untuk keluar bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebagian ada yang bisa mengembangkan skill untuk berwirausaha, tetapi sebagian lagi belum mampu ke tahap itu, yang pilihan akhirnya harus keluar mencari pekerjaan.
Tetapi juga tak bisa dipungkiri memang bahwa kini banyak perusahaan yang sering menolak wanita berjilbab.
Namun sebagai seorang Muslim, layaknya kita yakin bahwa ada Dzat yang telah mengatur segalanya. Allah yang Maha Kuasa. Dia yang memudahkan urusan hamba-hambaNya. Maka yakin akan pertolongan Allah, bersabar, dan tetap berusaha sebisa mungkin tanpa mengorbankan aturan Islam adalah prisip seorang Muslim.
Allah berjanji bahwa barangsiapa yang bertawakkal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar bagi semua problema yang kita hadapi.
Dalam sebuah hadits juga dijelaskan, apabila seseorang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Jadi, seorang Muslimah tetap bisa menjadi seorang yang sukes, dalam bidang apapun, tanpa harus mengorbankan jilbabnya. Insya Allah.
Wallahu a’lam
(zafaran/muslimahzone.com)

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes