Tukang Cukur Muslim Digugat Karena Tolak Potong Rambut Wanita

TORONTO- Sebuah tukang potong rambut Muslim di Ontario, Kanada, digugat oleh seorang wanita setelah ia menolak untuk memotong rambutnya karena mengatakan bahwa agamanya tidak memperbolehkan dia untuk menyentuh perempuan, demikian menurut laporan media.

Omar Mahrouk, salah satu pemilik Terminal Barbershop mengatakan stafnya dan dirinya adalah orang Islam, dimana Islam telah melarang mereka dari menyentuh wanita yang bukan anggota keluarga mereka. 

Faith McGregor mengajukan gugatan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Ontario pada bulan Juni, dan  mengatakan bahwa dia ditolak tukang potong rambut karena jenis kelaminnya, yang bertentangan dengan hak-hak wanita, menambahkan bahwa ia merasa seperti "warga negara kelas dua." 

"Bagi saya itu hanya potong rambut dan tentang saya menjadi seorang wanita. Sekarang kita bicara tentang agama dibandingkan jenis kelamin terhadap hak asasi manusia dan bisnis di Ontario," kata McGregor pada Toronto Star, sebagaimana dilansir alarabiya.net, Jumat 16 November. 

"Kami hidup demi nilai-nilai kami. Kami adalah orang-orang yang memiliki nilai-nilai dan kami berpegang pada itu. Saya tidak akan mengubah apa yang telah agama nyatakan kepada kami untuk kami lakukan. Ini bukan ekstrim, ini hanya nilai dasar yang kami ikuti," kata Karim Saaden,  pemilik lain Terminal Barbershop.

"Dalam agama kami, misalnya, saya boleh memotong rambut ibu saya, saya bisa memotong rambut kakak saya, saya bisa memotong rambut istri saya, rambut putri saya," tambahnya. 

Menurut Toronto Star, pihak barbershop menyarankan kembali McGregor untuk potong rambut oleh tukang cukur yang bersedia untuk memotong rambutnya, namun dia menolak tawaran itu.(muslimdaily.net)

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes