Sudah Kecil, Honor Guru Ngaji Masih Juga Disunat

SAMPANG- Meski minim, gaji guru ngaji di Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang, masih juga kena potong dengan alasan setoran uang sukarela atau administrasi sebesar Rp 30 ribu.

"Perkecamatan lain-lain. Kalau di Kelurahan Polagan Kecamatan Sampang Rp 30 ribu, sedangkan di Kecamatan Pengarengan Rp 40 ribu. Itu potongan yang katanya sukarela," jelas salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya saat pembagian honor di salah satu musholla di Kelurahan Polagan, Jumat (30/11/2012), seperti dikutip beritajatim.com.

Abdul Wafi (40), salah satu guru ngaji di wilayah setempat mengatakan, honor guru ngaji ini diberikan selama enam kali dalam setahun. Dalam surat keterangan rincian, perguru ngaji mendapat Rp 250 ribu. Namun, dia membantah bila uang tersebut dipotong, namun bagi para guru ngaji yang mendapat bantuan disarankan untuk memberikan kepada petugas sebagai uang tanda terimakasih dan secara sukarela.

"Kalau di potong itu nggak benar tapi untuk administrasi dan tanda terimakasih, ini buktinya saya tetap menerima penuh," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Sampang, A. Malik Amrullah, saat dikonfirmasi dengan tegas membantah jika ada pemotongan. Hanya saja dia mengaku memotong untuk biasa beli materai. "Untuk beli materai dua, harganya dua materai Rp 12 ribu, kalau untuk lain-lain tidak ada," kata Malik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritajatim.com, tercatat sebanyak 6000 guru ngaji di Kabupaten Sampang mendapatkan bantuan dari pemkab setempat sebesar Rp 250 ribu. Dengan jumlah itu, Pemkab Sampang menggelontorkan uang sebesar Rp 1,5 milyar.  [muslimdaily.net ]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes