Melihat Pelangi

Andai kegagalan adalah bagaikan hujan, dan kesuksesan bagaikan matahari, maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi.

Mukman, salah satu sahabat karib Nanda begitu peduli dengan keadaan Nanda.
Ketika ia melihat Nanda di ambang putus asa lagi sebab kegagalan-kegagalan baru, ia mencoba menghibur dan memotivasi dengan mengirimkan sms,

”andai kegagalan adalah bagaikan hujan, dan kesuksesan bagaikan matahari, maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi.”

Benar-benar menghibur. Ia mengibaratkan kegagalan sebagai hujan [meski hujan sebenarnya bisa membawa kepada kebaikan], dan kesuksesan sebagai matahari.
Sehingga untuk bisa melihat pelangi, perlu hujan dulu yang kemudian disinari matahari.
Setelah muncul pelangi mah, menurut Mukman, semua kesedihan akan menghilang. Yang ada adalah fenomena keindahan pelangi.

Cuma emang kadang sebagai manusia, kondisi down ketika gagal itu biasa terjadi.
Dalam kondisi seperti itu, peran dan kehadiran seorang sahabat menjadi sangat berarti.
Sahabat bisa berarti kawan, bisa berupa istri, bisa berupa yang lainnya. Sahabat yang bisa mencerahkan suasana yang meredup.

Pembaca, orang bilang kegagalan itu biasa. Yang tidak biasa adalah putus asa.
Kalau cuma gagal asal menyisakan semangat dan fisik masih sehat, apalagi kondisi psikis tidak terganggu, maka sejarah baru bisa dirajut ulang. Tapi kalau sudah putus asa, maka tubuh pun seperti mati rasanya.
Dan keputusasaan yang berlarut-larut tentu akan semakin membahayakan kehidupan itu sendiri.

Banyaklah cerita sukses yang terbangun setelah keterpurukan yang berulang-ulang.
Seorang juara adalah bukannya seorang yang tidak pernah terjatuh.
Ia harus berjuang untuk menaiki tangga demi tangga kemenangan. Dan ketika kemenangan sudah di tangan pun bukan berarti menjadikan ia manusia super yang bisa berada di atas selamanya. Suatu saat pun ia harus menerima kondisi kalahnya kembali.

Akhirnya, seorang pemenang kehidupan sejati adalah yang tetap bisa menata hati di setiap keadaan; keadaan menang atau keadaan kalah, keadaan menyenangkan atau keadaan yang tidak menyenangkan. Life is beautiful, isn’t it?

Hidup hanya indah bila kita menyikapinya dengan keindahan rasa, hanya dengan keindahan rasa.

[http://yusufmansur.com]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes