Awas, Air Isi Ulang Bercampur Bakteri

MOJOKERTO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto meminta masyarakat untuk waspada saat mengonsumsi air isi ulang. Apalgi depo air isi ulang kini menjamur dan makin diminati karena murah. 
 
Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes meneliti, ada 5 persen dari 62 depo air minum isi ulang menghasilkan kualitas air dibawah ambang batas.

Ada kemungkinan produk isi ulang standar rendah ini mengandung bakteri ecoly yang menyebabkan diare dan sakit pada pencernaan. 

"Ada beberapa depo air isi ulang yang kwalitas airnya mengkhawatirkan," ungkap Sulkan Kepala laboratorium Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan, Jumat (8/3/2013).

Berdasarkan temuannya, ada sejumlah produsen air isi ulang yang nakal. Setelah dari sumber di Trawas, Pacet atau Prigen, tangki yang semula memuat air dari sumber air tersebut malah dioplos (campur) dengan air ledeng atau PDAM.

"Pembinaan berkala kepada seluruh depo air isi ulang terus kami lakukan. Kami tak akan menoleransi jika mereka nekat melanggar. Ijin usaha dan jasa depo kita sarankan ditutup. Tentu yang berhak menutup bukan kami," kata Sulkan.

Selain tercampur bakteri, yang perlu diwaspadai adalah kandungan kimia seperti seng dan zat besi. Buruknya tangki pengangkut atau kurang hati-hati saat menyedot air di sumbernya menjadi pemicunya. 

"Sebaiknya, jangan minum langsung air isi ulang. Tapi masaklah sampai mendidih dulu," pinta Sulkan.[tribun]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes