Kehidupan tidak selalu manis

Dalam kehidupan kadang kita tidak bisa memilih kehidupan yang selalu manis.

Enak sekali kayaknya ya, kalau hidup ini selalu untung, selalu bahagia, selalu manis.
Rasanya engga bakal ada kesedihan, engga bakal ada kesusahan.

Yah, tapi apa boleh buat, kita masih manusia.
Bukan kita yang mengatur kehidupan kita ini, melainkan Dia,

Allah Sang Pengatur Tunggal alam beserta isinya.

Kita ciptaan-Nya, dan Dia Pencipta kita.
Kalau saja kita diberi hak penuh mengatur,
tentu kita sudah stel aturan agar kita hidup manis terus.
Saudara, salah satu sifat manusia adalah lupa diri.
Hidup selalu enak akan membuat orang mudah lupa diri.
Hidup selalu berhasil akan membuat orang mudah sombong.
Kenyataan inilah yang kadang membuat kesusahan ternyata diperlukan.
Untuk mengajarkan bahwa kita masih manusia, bukan Tuhan.
Sehingga tidak pantas lupa diri, tidak pantas menyombongkan diri.
Meski demikian, kita diberi-Nya hak untuk mengajukan proposal kehidupan.
Apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini, juga tergantung dengan diri kita sendiri.
Kita ingin senang, jalani kehidupan orang-orang yang diberi-Nya kesenangan.
Kita ingin bahagia, jalani kehidupan sebagaimana orang-orang yang bisa meraih kebahagiaan.
Kita ingin hidup enak, tiru, contoh, orang-orang yang karena perjuangannya hidupnya jadi enak.
Silahkan coba-coba mengedepankan hawa nafsu, silahkan tanam perasaan dengki, iri, hasad dan hasud,
silahkan kembangkan otak ngeres, pikiran kotor, kita toh sudah tahu apa akibatnya di kemudian hari.
Kata orang tua, Allah memang punya Hak Prerogatif untuk menentukan merah birunya kehidupan seseorang.
Tapi meski begitu, Dia tidak akan sewenang-wenang.
Si A diberi hanya kesusahan, sedang si B diberi-Nya kesenangan.
Adalah tergantung orangnya dan tergantung keadaan lingkungan-Nya Allah akan memberi.
Jadi sebenarnya manis tidaknya kehidupan ini kita bisa memilih.
Terkait dengan kemuliaan dan kehinaan, maka kita beroleh jawaban sederhana,
kitalah yang memilih, mau hidup mulia atau hidup hina.
Tuhan mah tinggal meng-acc saja.
Dan kaitannya dengan kehidupan yang tidak selalu manis,
kita telah tahu bahwa semua ini ada yang mengatur,
dan kita juga tahu bahwa yang mengatur kehidupan kita adalah Allah.

“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa atas arsy. Tiada bagi kamu pelindung dan penolong selain dari Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi…” (as Sajdah: 4-5)

Lantas, kalau kita sudah tahu bahwa yang mengatur adalah Allah,
kita juga harus tahu dan meyakini bahwa tidak ada aturan yang Allah atur,
tidak ada ketetapan yang Allah tetapkan, kecuali ia adalah kebaikan bagi kita.
Sehingga apapun jalan kehidupan yang kita jalani kita bisa menerimanya dengan ikhlas.
Sebab kita yakin, Dia tentu tidak akan pernah berkehendak untuk mencelakakan kita.
Semua yang akan terjadi kadang adalah permainan pikiran kita.
Kita sudah takut duluan akan hal yang belum terjadi, kita sering dibayang-bayangi perasaan jelek, pikiran jelek.
Akhirnya ketakutan itulah yang bakal terjadi dan juga kejelekan yang kita yakini.
Maka, penting bagi siapa saja ‘tuk meyakini apapun selalu dari sisi yang baik-baik saja,
selalu positif, sehingga akan membuat apapun menjadi baik dan positif juga.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes