Innalillahi, 31 Siswa Sekolah ini Gunakan Pil Koplo

Ilustrasi-Pil Koplo(net)
Wartadakwah.net - innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Dunia pendidikan tercoreng. Di Kota Malang, Jawa Timur, terungkap terdapat sejumlah 31 siswa dari satu sekolah ---masih setingkat SMP, sudah kecanduan menggunakan pil koplo. 

BNN Kota Malang dalam dua bulan terakhir melakukan tes  sampel urine siswa mulai tingkat SMP dan SMA. Tes dilakukan, karena ada informasi yang mensinyalir ratusan pelajar  telah kecanduan obat terlarang;  akibat sering menggunakan obat-obatan yang termasuk dalam daftar obat terlarang. Sinyalemen tersebut ternyata benar, setelah hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan terdapat sampel urine terperiksa ternyata positif.
 

Ke-31 sampel urine terperiksa yang dinyatakan positif, adalah milik siswa berasal dari Kelas VIII dan IX SMPN 15 yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang. Setelah dihimpun keterangan, obat-obat yang digunakan dapat menghilangkan rasa pusing serta harganya murah, sangat terjangkau, hanya Rp1.000 mendapat satu butir pil. 

Fakta yang membuat geger itu, membuat sekolah segera bertindak;  mengontrol siswa dengan lebih ketat bahkan kemudian dibantu beberapa personel TNI untuk melakukan pembinaan. “Teman-teman yang terindikasi menggunakan obat-obat terlarang, tidak dikeluarkan dari sekolah. Mereka hanya dibina, setiap hari diajak berlari-lari bersama sejumlah tentara,” ungkap salah seorang siswa. 

Dari kalangan guru sekolah tersebut ada yang memberanikan diri untuk memberikan keterangan kepada wartawan. Membenarkan, terdapat sejumlah 31 siswa sekolah ini  terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang. Sekolah memberikan pembinaan dan kontrol yang lebih ketat. Sekolah ini menganggap, mereka merupakan korban penyalahgunaan narkoba. Bukan termasuk pelaku---bukan bandar maupun pengedar. 

Sebelumnya, di Makassar-Sulawesi Selatan, ada seorang Profesor –guru besar ilmu hukum, bersama seorang  dosen dan seorang mahasiswi, tertangkap di sebuah hotel tengah berpesta sabu-sabu. 

Kabar menggegerkan dunia pendidikan itu, terjadi tepat di pertengahan bulan ini. Adalah Profesor Dr Msk, SH. MH., guru besar ilmu hukum yang juga menjabat Pembantu Rektor III sebuah Universitas Negeri terkemuka di Makassar, tepatnya Jumat (14 November) dini hari sekira Pk 03 Wita, ditangkap Polisi di sebuah kamar hotel.  Diduga tengah berpesta  narkoba jenis sabu-sabu, bersama  IA, SH, MKN, seorang dosen yang juga menjabat Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada Universitas yang sama, dan Nl,  seorang perempuan, mahasiswi fakultas hukum pada Universitas yang sama.

Para ahli ilmu hukum ini, fatal  justru berbuat melanggar hukum. Ketiganya  berada di kamar sebuah hotel ini, berdalih hendak menyusun karya ilmiah.  Dalam penggerebekan itu, Polisi juga berhasil menyita dua paket sabu-sabu lengkap dengan peralatan pengisap. Kendati bukti telah mencukupi, namun ketiganya dalam status terperisa.  Setelah hasil pemeriksaan sampel urine di laboratorium menyatakan positif, status  ketiganya kemudian dinaikkan  sebagai tersangka. [Suara-islam]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes