Kristenisasi: Berawal dari Bantuan, Berujung Rayuan Menjual Iman

Kristenisasi(net)
Wartadakwah.net - GERAKAN kristenisasi adalah sebuah gerakan yang terorganisir dengan baik dan rapi yang bertujuan untuk mengajak manusia menjadi pengikut dan penumpang gerbong umat kristiani. Gerakan kristenisasi adalah gerakan yang bersifat religi, politik dan penjajahan yang muncul akibat kekalahan pasukan Kristen dalam perang salib yang berlangsung dalam waktu yang panjang.

Inisiator yang sekaligus panglima pertama gerakan ini adalah Raymond Lowel, seorang warga negara spanyol yang hidup pada abad ke 16 M. Dia mulai menjalankan misinya dengan belajar bahasa arab lalu melakukan berbagai riset dan penelitian di hampir seluruh negara Islam, dengan harapan ia mampu menemukan titik kelemahan kaum Muslimin dan bagaimana memanfaatkan kelemahan tersebut untuk melemahkan dan menghancurkan kaum Muslimin.
Lambat laun gerakan ini mendapatkan respon positif dari saudara-saudara seimannya.

Kemudian mereka mendirikan sebuah lembaga yang menjadi pusat pendidikan, penelitian dan penyusunan strategi kristenisasi internasional, di London inggris pada tahun 1795 M. Disusul oleh pendirian lembaga-lembaga misionaris di berbagai negara, seperti Skotlandia, New York, Jerman dan beberapa negara eropa lainnya.

Upaya Raymon Lowel ini ternyata belum hilang bahkan semakin canggih dilakukan. Mulai dari pemberian sembako, mie instan, bantuan modal serta fasilitas lain, dan yang lebih parah adalah kasus yang terbongkar saat Car Free Day.

Isu kristenisasi ini memang tak perlu dibesar-besarkan tetapi juga tidak bisa diremehkan. Kita bisa mengingat kembali upaya semacam apa yang mereka tempuh dari zaman dulu, hingga saat ini. Dan itu sudah cukup menjadi fakta bahwa hal itu tidak akan berhenti.

Salah seorang yang pernah tinggal di Sumatera Selatan mengatakan bahwa di daerah Trans di Oku sempat terjadi kristenisasi. Kejadian itu sekitar tahun 1990. Ia menuturkan bahwa sebuah panti Sosial berlogo semar yang berkantor di Jl Atmo Palembang meminjamkan sapi kepada para petani.

Lewat pinjaman sapi itulah mereka melancarkan aksinya. Petani muslim yang tak mampu mengembalikan sapi tersebut dirayu agar mau menjual imannya. Saat itu listrik belum masuk ke daerah tersebut. Sehingga, banyak sapi pinjaman yang tiba-tiba menghilang.

Kejadian ini berdasarkan laporan dari seorang da’i yang ditugaskan oleh dewan dakwah. Melihat hal itu, para da’i yang sudah mumpuni keilmuannya tidak bisa tinggal diam. Lewat dewan dakwah disebarlah 1000 da,i ke beberapa daerah terpencil di Sumatera Selatan. [fha/islampos/minbarindo]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes