Miris! Siswa SD Berdoa agar Atap Sekolah Tak Ambruk

Ilustrasi
Wartadakwah.net - Polewali Mandar, Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) 034 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa belajar dengan kondisi ruangan kelas ditopang bambu agar plafon tak roboh.

Meski cemas dan waswas tertimpa reruntuhan bangunan, namun karena tak ada ruangan lain, para siswa dan guru tetap menjalani proses belajar mengajar. Setiap hari mereka berdoa agar gedung sekoah tak roboh hingga pelajaran usai.

“Setiap hari takut berada di dalam ruangan. Tapi karena tak ada ruangan lain, terpaksa tetap belajar meski kami cemas,” ujar Andini, salah satu siswa SD 034, Kamis (27/11).
Andini pun berharap pihak sekolah segera memperbaiki sekolah agar nyaman dijadikan tempat belajar.

“Kami berharap para guru segera membenahi ruangan kelas agar kami tidak dihantui rasa takut tertimpa bangunan sekolah,” harapnya.

Salah seorang Guru SD 034 Rosniati mengatakan, bambu yang menopang plafon kerap mengganggu konsentrasi belajar siswa. Selain itu, setiap masuk kelas, para siswa mesti hati-hati jangan sampai menyentuh bambu karena khawatir patah sehingga atap kelas ambruk. Mereka akhirnya masuk ruang kelas melalui pinggir ruangan agar tidak menyentuh bambu.

“Banyaknya batang bambu didirikan di tengah ruangan kelas cukup mengganggu. Para siswa setiap hari merasa waswas tertimpa reruntuhan bangunan yang kini hanya ditopang bambu,” keluh Rosniati.

Selain plafon dan dinding sekolah yang rusak parah, papan tulis, kursi dan dinding-dinding pembatas antar-ruang pun telah hancur. Namun kondisi ini tak kunjung diperbaiki pemerintah setempat.

Kepala SD 034, Sayati mengaku atap ruang kelas ditopang pakai bambu ini sudah berlangsung sebulan yang lalu dan merupakan inisiatif pihak sekolah.

“Saya sudah laporkan ke pemda dan Diknas (Dinas Pendidikan). Diknas sudah janjikan akan segera merenovasi agar siswa dan guru bisa belajar lebih tenang,” ujar Sayati.
(kompas/muslimahzone)

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes