UU Penodaan Agama Dicabut, Aliran Sesat Bermunculan

Wakil Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin
Wartadakwah.net - Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak adanya desakan pencabutan UU No 1/PNPS tahun 965 tentang Pencegahan Penyelahgunaan dan/atau Penodaan Agama. MUI berpandangan keberadaan aturan tersebut untuk menjaga dan melindungi agama-agama di Indonesia dari berbagai bentuk penyalahgunaan dan penodaan.
"Kita sudah menolak sebelum ada permintaan itu. Kita sudah nolak duluan," kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Ma'ruf Amin kepada wartawan di Depok, Sabtu (29/11).

Seperti diketahui, lembaga asing Amnesty International tiba-tiba mendesak Jokowi supaya mencabut UU Penodaan Agama itu. AI beralasan keberadaan UU Penodaan Agama bertentangan dengan hak asasi manusia. Padahal keberadaan UU Penodaan Agama sendiri di Indonesia telah dikuatkan oleh Mahkamah Konstitusi setelah UU itu diuji materi oleh sejumlah LSM liberal pada 2010 lalu.

MUI berpandangan, bila keberadaan UU Penodaan Agama dihilangkan, niscaya akan muncul banyak perusakan-perusakan terhadap agama dan penafsiran-penafsiran yang menyimpang.

"Kalau itu (UU Penodaan Agama, red)  tak ada, agama akan diacak-acak, akan ada perusakan-perusakan, penafsiran-penafsiran yang seenaknya. (UU) ada saja masih terjadi (penyimpangan), apalagi itu dicabut. Akan banyak aliran sesat," ungkap Kyai Ma'ruf. [Suara-Islam]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes