Banjir di Thailand dan Malaysia Tahun Ini Terburuk Sepanjang 30 tahun

Wartadakwah.net - Bencana BANJIR yang melanda wilayah Malaysia dan Thailand – terburuk dalam lebih dari 30 tahun – banjir ini telah menyebabkan 24 kematian dan lebih dari 200.000 orang dievakuasi pada hari Senin kemarin (29/12/2014).

Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas akibat banjir di timur laut Malaysia dan 14 tewas di selatan Thailand.

Di enam negara bagian Malaysia, 226.000 orang terpaksa mengungsi akibat banjir pada Senin sore waktu setempat kemarin, kata pihak berwenang.

Kepala layanan darurat Malaysia Wan Mohd Nor Ibrahim kepada Anadolu Agency mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang terdaftar naik menjadi 151.072 di negara bagian Kelantan, dibandingkan 134.139 pada hari Ahad sebelumnya.

“Kami mengharapkan hujan berhenti tapi belum ada tanda-tanda hujan berhenti untuk saat ini,” kata Ibrahim.

Kelantan adalah negara bagian Malaysia yang terparah terkena banjir, dengan 128 keluarga terpaksa ditempatkan di 309 pusat bantuan di delapan kabupaten. Lima dari korban tewas dilaporkan berada di timur laut negara bagian yang menghadap Teluk Thailand tersebut.

Bencana banjir ini diperparah dengan relawan bantuan harus menghadapi masalah logistik penyediaan makanan dan air bersih untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Berton-ton bantuan terdampar di Kota Bharu, ibukota Kelantan, setelah tiba dengan pesawat.

Pekerja bantuan mengatakan kurangnya kapal menghambat distribusi bantuan ke desa-desa terpencil.

Menteri Pendidikan Malasyia Muhyiddin Yassin pada Senin kemarin mengumumkan bahwa sekolah akan tetap ditutup selama seminggu. Sekitar 340 sekolah terpengaruh oleh banjir.
Di seberang perbatasan di Thailand, Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana melaporkan banjir terus-menerus melanda tiga wilayah di selatan Thailand.

Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan terus berlanjut hingga Tahun Baru, Bangkok Post melaporkan, mengutip pernyataan dari Departemen Meteorologi Thailand.

Peringatan cuaca buruk dikeluarkan Senin kemarin untuk Teluk Thailand karena angin kencang dan hujan deras terus terjadi.

Departemen Meteorologi Thailand melaporkan bahwa 1.415 desa terpengaruh oleh banjir dan 237 sekolah ditutup.

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha pekan lalu menyatakan wilayah selatan menjadi zona bencana.[fq/islampos]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes