Bersentuhan Dengan Suami Batalkan Wudhu?

Assalamu'alaikum

Ustadzah, sebenarnya bersentuhan dengan suami apakah membuat wudhu kita batal? Syukron.
Wassalamu'alaikum

SITI QODARIYAH, MOJOKERTO
Wa'alaikumussalam


Siti yang dirahmati Allah, para ulama berbeda pandangan dalam hal ini. Syafi'i berpendapat bahwa wudhu seorang laki-laki akan batal bila ia menyentuh perempuan—disertai syahwat ataupun tidak, kecuali terhadap mahram (orang yang tidak boleh dinikahi).


Hujjah-nya adalah surat Al-Maidah ayat 6, “... dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik....” Yang dimaksud dengan firman Allah swt "lamastumun nisa’" (menyentuh perempuan) ialah menyentuh dengan tangan (pengertian hakiki, bukan pengertian majazi/kiasan yakni persetubuhan).


Sedangkan Maliki berpendapat sentuhan dianggap batal apabila orang yang menyentuh telah baligh, menyentuh disertai syahwat walaupun yang disentuh belum baligh, baik secara langsung ataupun ada penghalang. Namun, sentuhan terhadap mahram tidak membatalkan wudhu.


Hanbali berpandangan sentuhan akan membatalkan jika disertai syahwat, namun tidak membatalkan apabila tidak disertai syahwat, walaupun bukan dengan mahram. Hujjah-nya adalah hadist Nabi saw. Aisyah ra berkata, “Pernah ketika Rasulullah saw shalat, saya berbaring di depannya seperti jenazah sehingga apabila dia hendak melakukan shalat witir dia menyentuhku dengan kakinya,” (HR Nasa’i).


Hanafi berpendapat bahwa sentuhan laki-laki terhadap perempuan tanpa penghalang, dengan syahwat atau tidak, maka tidak membatalkan wudhu. Argumentasinya, riwayat Aisyah ra yang berkata bahwa Rasulullah saw pernah mencium istrinya kemudian shalat dan tidak mengulangi wudhunya. Sementara yang dimaksud dengan ayat Al-Qur'an di atas—menyentuh perempuan—adalah persetubuhan, bukan menyentuh dengan tangan atau lainnya.


Sedangkan mazhab Zahiri berpendapat, sentuhan yang dilakukan secara sengaja atau tidak, dengan syahwat ataupun tidak, walaupun yang disentuh adalah mahramnya, maka dapat membatalkan wudhu orang yang menyentuh atau yang disentuh.


Dengan melihat dalil-dalil di atas dan dari hadits Rasulullah saw, maka sebagian ulama men-tarjih bahwa yang membatalkan wudhu adalah sentuhan yang disertai syahwat. Wallahu a’lam bishawab.

Sumber: Ummi-online

 

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes