Suamiku Sulit Melupakan Mantan Istrinya

Assalamu'alaikum

Kurang lebih setahun lalu saya menikah dengan duda anak satu. Dari awal sampai sekarang, suami saya sulit melupakan mantan istrinya, dugaan saya karena ia diguna-gunai. Ia juga tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai suami. Apa solusi yang baik untuk saya?
Wassalamu'alaikum
MEIRENI, BANJARNEGARA

Wa'alaikumussalam

Bila suami sulit melupakan mantan istrinya (sayang sekali Anda tidak menjelaskan sebab perceraian) bisa jadi dia terkesan dengan pelayanan dan sikap mantan istrinya selama mereka berumah tangga. Apalagi suami bisa membandingkannya dengan Anda sebagai istrinya saat ini.

Jika dugaan Anda benar bahwa mantan istrinya memakai guna-guna, maka Anda bisa mengajak suami mendekatkan diri pada Allah, memperkuat qiyamul lail, dan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, serta ibadah lainnya. Anda juga dapat berkonsultasi dengan ahli ruqyah syar’iyah. Ada baiknya Anda dan suami tinggal berjauhan dengan tempat tinggal mantan istrinya.

Pertanyaan Anda bahwa suami tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai suami (maksudnya kewajiban menafkahi atau berhubungan intim?), apa solusi yang terbaik? Kehidupan ini adalah pilihan. Anda bebas menentukan pilihan apakah rumah tangga akan diteruskan atau selesai sampai di sini. Timbanglah sisi manfaat atau mudharatnya.

Jika dengan kondisi suami seperti ini Anda lebih nyaman dan dapat memaafkan kekurangannya, karena masih ada kelebihan suami di samping kekurangannya, Anda bisa mempertahankan pernikahan. Namun jika merasa terzalimi, sudah tidak nyaman lagi menjadi istrinya, maka bisa saja Anda memilih berpisah. Tentu, untuk memutuskan perkara besar ini, sebaiknya meminta saran dari keluarga Anda dan keluarga suami. 

Seperti pernikahan yang melibatkan keluarga besar, maka saat berpisah juga hendaknya melibatkan keluarga yang dianggap dituakan sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan yang terbaik. Menikah secara baik-baik, berpisah juga dengan cara yang baik. Jangan lupa untuk shalat istikharah.

Pengasuh fiqih Wanita Majalah Ummi: Dra Herlini Amran, MA.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes