5 Penyebab Perceraian yang Harus Diwaspadai

Wartadakwah.net - Pernikahan adalah ikatan kuat, perjanjian agung yang Allah sebut sebagai Mitsaqan Gholidzo (Perjanjian yang kuat), bahkan derajatnya setara dengan perjanjian antara Allah dengan para Nabi dan Rasul. Maka, jangan sampai kita meremehkan perjanjian yang agung ini dengan mudah mengucap cerai.
 
Berikut ini merupakan beberapa penyebab perceraian yang perlu diwaspadai:

1.Kurangnya komunikasi antara suami istri

Ironis memang, komunikasi dengan pasangan hidup biasanya jauh lebih sedikit dibanding dengan rekan-rekan kerja atau teman-teman. Kalaupun ada komunikasi, hanya berupa jawaban singkat dan tanpa romantisme sama sekali.

Padahal hanya dengan mengirim sms yang penuh perhatian untuk pasangan hidup kita seperti, “Mas sudah makan belum?” atau “Kamu sudah shalat belum, Cinta?” kita akan mendapat pahala yang luar biasa besar, tapi kebanyakan enggan melakukannya.

Kurangnya komunikasi antara suami-istri bisa dibilang menjadi faktor perceraian yang paling dominan.

2. Tidak ada yang mau mengalah

Banyak yang lupa, pernikahan bukanlah kuis adu kecerdasan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi sarana untuk belajar saling mengerti dan juga memaafkan, pernikahan hanyalah alat kita untuk semakin dekat pada Allah, lalu mengapa kita tidak bersedia belajar mengalah pada pasangan?

Kenapa harus saya yang mengalah? Kenapa bukan dia yang mengalah? Jawabannya adalah, karena yang waras ngalah! Kalau kita merasa lebih waras dari pasangan, berarti kita yang harus ngalah.

Kecuali kalau memang kita tidak lagi menghendaki rumah tangga kita damai, tenteram, atau kita memang sudah berniat cerai, silakan adu jotos lewat kata-kata yang menyakiti hati… tapi ingat, bagaimana dengan nasib anak-anak kelak?!

3. Masalah seks
 
Seks merupakan bagian penting dalam perkawinan sekaligus juga bisa menjadi sumber banyak masalah dalam perkawinan. Setiap perkawinan membutuhkan proses penyempurnaan antara lain dengan aktivitas bercinta.  Kegagalan dalam kehidupan seks yang sehat, adanya jurang frekuensi hubungan seks atau seks yang tidak berkualitas, bisa menjurus pada hancurnya perkawinan.   

4. Anak-anak
 
Pasutri yang belum dikaruniai anak, banyak yang memutuskan perpisahan. Kebanyakan anak pun bisa membuat orang hilang kontrol emosinya. Pembiayaan anak juga  belum lagi dalam penanganan anak semua bisa memicu pertengkaran pasutri.

Tentu menyedihkan jika sebuah pernikahan karam dengan alasan anak, padahal seharusnya anak menjadi alasan untuk sebuah rumah tangga agar bertahan.
5. Orang Ketiga
 
Kita atau pasangan menemukan soulmate lain yang lebih memahami diri kita? Jangan sampai hal ini dengan mudah menyebabkan perceraian, tanda bahwa kita belum dewasa, buktinya… masih menganggap pernikahan layaknya pacaran yang bisa putus-nyambung hanya karena sudah tidak ada lagi rasa cinta. Sungguh, rasa cinta itu sesuatu yang bisa ditumbuhkan!

Coba bangun lagi suasana saling mencintai antara kita dan pasangan, jangan mudah menyerah dan putus asa hanya karena ada pria idaman lain atau wanita idaman lain. Jika kita mau, kita bisa menjadi satu-satunya yang tak tergantikan di hati pasangan hidup kita!

Semoga Allah merahmati pasangan suami istrinya senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangganya. Belum tentu dikarenakan mereka saling cinta, tapi bisa jadi karena mereka ingin membuktikan kecintaan pada Allah di atas segalanya.

Sumber: ummi-online

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes