Pelarangan Jilbab Polwan adalah Diskriminasi Atas Dasar Agama

Wartadakwah.net - Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI) mengecam keras munculnya larangan polwan berjilbab yang dikeluarkan Polda Riau melalui telegram bernomor ST/68/1/2015 yang ditandatangani oleh Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan pada 19 Januari 2015 lalu.

"Polda Riau jangan menambah rusak citra Polri. Kasus perpecahan ditubuh Polri dalam kasus Budi Gunawan sudah cukup menjadi pelajaran. Jadi tidak usah cari-cari kasus untuk pengalihan isu, gak laku," ujar Jaka Setiawan, Direktur Pengkajian dan Kebijakan Publik PUSHAMI kepada Suara Islam Online, Rabu (21/1/2014).


Jaka menyarankan, Polda Riau harus belajar dari kepolisian London di Inggris. Mereka mengizinkan penggunaan Jilbab berwarna khas polisi dan corak berkotak-kotak putih. "Padahal itu di negara yang minoritas muslim, bahkan disana polisi Sikh dibolehkan memakai sorban saat bertugas," ungkap Jaka.


Menurutnya, pemerintah tidak hadir untuk menjamin warga negara untuk menjalankan kewajiban pelarangan jilbab.


"Negara telah mengabaikan kewajibannya untuk melakukan semua upaya yang diperlukan, termasuk mengubah hukum-hukum yang ada untuk mencegah diskriminasi atas dasar agama," pungkas Jaka.


[Adhila/Suara-Islam]

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © Warta Dakwah | Media Pencerah Umat. Designed by OddThemes